334 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Sumenep Telah Memiliki Legalitas

Redaksi Nolesa

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil  Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli (foto: ist)

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli (foto: ist)

SUMENEP, NOLESA.COM – Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah tuntas.

Sesuai dengan jumlah desa kelurahan yang tersebar di 27 kecamatan, jumlah Kopdes Merah Putih di Kabupaten Sumenep berjumlah 334.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli menjelaskan pembentukan Kopdes Merah Putih awalnya ditarget selesai akhir Mei lalu.

Akan tetapi ada kendala teknis di sejumlah kecamatan di kepulauan. Tetapi berkat kekompakan semua stakeholder akhirnya pembentukan Kopdes Merah Putih tuntas.

Kopdes Merah Putih, kata Kadis Ramli dibentuk melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

Baca Juga :  PCNU Sumenep Ajak Masyarakat Jadikan Harjad ke-756 sebagai Momentum Berbenah

“Alhamdulillah, dari total 334 koperasi tersebut seluruhnya sudah mendapatkan legalisasi,” ujar Kadis Ramli, Jumat, 4 Juli 2025.

Kadis Ramli juga menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih di Kabupaten Sumenep merupakan baru. Bukan hasil revitalisasi dari koperasi lama.

“Namun, bisa jadi pengurus koperasi lama yang kembali terlibat di Kopdes, sebab semangat koperasi ini merupakan milik bersama,” tegas dia.

Baca Juga :  Mengenang Hari Lahir Bung Karno, Momentum Meneladani Semangat Persatuan dan Pembangunan Bangsa

Dengan begitu, Kopdes Merah Putih di Kabupaten Sumenep sudah siap diluncurkan pada puncak Hari Koperasi ke-78 yang akan dilaksanakan di Klaten, Jawa Tengah pada 19 Juli mendatang.(*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa
Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan
Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
Wabup Sumenep Dorong MEC Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Gus Muhaimin Dorong Lulusan Universitas Ibrahimy Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 September 2026 - 07:05 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Kamis, 24 September 2026 - 14:17 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Didorong Jadi Percontohan di Sumenep

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Kamis, 24 September 2026 - 13:28 WIB

Hari Tani Nasional 2026: Menguatkan Pertanian, Meneguhkan Swasembada Pangan

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB