Puisi-puisi Liz Kaltim

Redaksi Nolesa

Kamis, 4 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (pixabay)

Ilustrasi (pixabay)

Bunga Harapan

Bagaikan bunga mekar

Yang tumbuh dengan indah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti cinta yang membuatku tumbuh

Di dalam kasih sayang yang tak ternilai

Seperti batang pohon

Yang menjadi tempat teduh

Kata-katamu yang menghibur hati

Disaat ku sedang kesulitan

Keyakinan yang kau bangun

Membuatku berani untuk berdiri tegak

Melangkah ke arah masa depan

Kau tuntun tiap langkahku

Dengan sinar yang menerangi jiwa

Disanalah kebahagiaan yang menantiku

Genggaman tanganmu

Yang membuatku kuat

Cinta darimu

Yang membuatku maju

Tak pernah sekalipun

Kau tak beri yang terbaik

Dalam setiap rangkaian doa

Namaku disebut

Ribuan harapan

Memiliki setiap makna

Namun satu hal yang pasti

Kau hanya menginginkan

Senyuman dan air mata penuh sukacita

Menjadi penolong sesama

Cinta Ibu

Saat pertama kali ku melangkah

Memulai perjalanan hidup di dunia

Baca Juga :  Yogyakarta

Secercah harapan ku rasakan

Melalui doa yang kau utarakan

Kau membimbingku

Melewati kerasnya dunia

Pelukan hangat yang menyemangati hariku

Menjaga, merawat, menghibur

Dengan sepenuh hati

Tak ada yang sempurna

Dalam dunia yang sementara ini

Tetapi cinta yang kau berikan

Sangatlah sempurna apa pun bentuknya

Bagaimana cara ku membalas

Kebaikan hatimu yang tak ternilai ini

Tuhan wujudkan doaku

Ku ingin membahagiakannya

Bagai bintang-bintang

Kaulah sinar terang hidupku

Saat ku tersandung jatuh

Tanganmu terulur padaku

Mengangkatku kembali

Tak pernah sekalipun kau menyerah

Tuk membantuku

Menemukan masa depanku

Kisah-kisah yang kau ukirkan dalam hidupku

Membimbing setiap langkahku ke depan

Bagaikan kupu-kupu yang indah

Melintasi jagat raya

Kau membuatku terbang

Saat ku tak lagi sanggup berjalan

Tak peduli apa yang harus kau korbankan

Cintamu sangatlah indah ibuku

Suatu hari nanti

Baca Juga :  Balas Pati-Puisi Amanda Amalia Putri

Saat kau akan melepaskanku

Dunia yang kau berikan

Takkan pernah kulupakan

Kaulah rumah tempat ku pulang

Hati Dan Takdir

Alam kehidupan

Mengikat jiwa

Takdir mempertemukan

Dua makhluk dalam satu cinta

Mata bertemu pertama kali

Hitungan detik berlalu

Membuat jantung berdetak cepat

Saat kau membalut setiap luka yang ada

Dalam kebimbangan

Ku tertunduk bertanya pada diriku

Apa arti keabadian

Tanpa adanya dirimu?

Mengayunkan pedang tanpa ragu

Berdiri tegak melawan kehendak mutlak

Melangkah maju memegang harapan

Menghancurkan segala rantai keegoan

Ku berikan segalanya

Melangkah bersamamu

Memberi ku kekuatan

Untuk menyulam kembali kisah kita

Bintang-bintang di langit

Tanda-tanda yang terukir

Menceritakan kembali

Apa yang telah kuperjuangkan

Ribuan kata-kata yang manis

Tak akan menggoyahkan hati

Rayuan yang tiada henti

Hanya menguatkan kesetiaan

Setiap musim yang berlalu

Melewati hari-hari yang baru

Baca Juga :  Balada Penyair Tua

Hanya terpancar dirimu

Setiap detak membawa rindu

Dalam ketidakpastian

Berjalan ditengah perbedaan

Pejamlah matamu dengan keyakin

Sayapku yang selalu melindungimu

Tak peduli jalan yang kau ambil

Selama hidup masih ada

Akan kubuat dunia melihat

Keajaiban tiada duanya

Mimpi yang tak terlihat

Menjadi kenangan terindah

Waktu yang tersisa

Telah menemukan makna yang berharga

Menatap langit senja yang tak berujung

Suara derauan ombak

Menjadi saksi ungkapan doa

Menanti jawaban semesta

Menghadang badai tantangan

Dalam tiap hembusan nafasku

Terbang melintasi langit dengan bebas

Membawa bukti janji suci

Menyatukan tiap kepingan

Dalam lukisan tanpa warna

Merentangkan keindahan sinar surya

Diantara kabut-kabut


Lizzie Grace, alias Liz lahir di Kalimantan Timur, Samarinda, 20 Agustus. Sejak kecil saya sangat menggemari berbagai seni musik serta sastra. Dan sekarang saya mulai menulis untuk mengisi waktu luang saya

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Aqil Madura
Puisi-puisi Khairul Yaqin
Puisi-puisi Unais Muhammad Madura
Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat
Puisi-puisi Maria Dominika Tyas Kinasih-Semarang
Puisi-puisi Maswadi Kama Madura
Puisi Muhammad Dzunnurain Madura
Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Maluku Utara

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:35 WIB

Puisi-puisi Moh Aqil Madura

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:26 WIB

Puisi-puisi Khairul Yaqin

Kamis, 4 Juli 2024 - 07:30 WIB

Puisi-puisi Liz Kaltim

Minggu, 30 Juni 2024 - 06:30 WIB

Puisi-puisi Unais Muhammad Madura

Minggu, 23 Juni 2024 - 14:06 WIB

Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat

Sabtu, 22 Juni 2024 - 08:49 WIB

Puisi-puisi Maria Dominika Tyas Kinasih-Semarang

Rabu, 19 Juni 2024 - 08:00 WIB

Puisi-puisi Maswadi Kama Madura

Rabu, 12 Juni 2024 - 23:50 WIB

Puisi Muhammad Dzunnurain Madura

Berita Terbaru

Moh. Aqil (Foto: dokumen pribadi)

Puisi

Puisi-puisi Moh Aqil Madura

Minggu, 14 Jul 2024 - 13:35 WIB

Miftahol Hendra Efendi (Foto: dokumen pribadi)

Mimbar

Kegagalan Data Sosial, Ironi Kesejahteraan Pamekasan

Minggu, 14 Jul 2024 - 08:30 WIB

Keluarga Mahasiswa Sumenep Yogyakarta (KMSY) gelar KMSY Festival, Sabtu 13/7/2024 (Foto: nolesa.com)

Daerah

KMSY Perkuat Persaudaraan dengan Festival

Sabtu, 13 Jul 2024 - 23:00 WIB

Warga kampung lagi duduk dan ngobrol santai di sebuah gubuk (Foto: nolesa.com)

Mimbar

Ngampunglah Selagi Mampu

Sabtu, 13 Jul 2024 - 21:46 WIB

Mimbar

Mencermati Pembubaran Diri Jamaah Islamiyah

Sabtu, 13 Jul 2024 - 05:30 WIB