Dewan Asal Pulau Masalembu Terpilih sebagai Ketua Pansus Tatib DPRD Sumenep

Redaksi Nolesa

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Darul Hasyim Fath terpilih sebagai Ketua pansus tata tertib DPRD Sumenep (foto: ist)

Darul Hasyim Fath terpilih sebagai Ketua pansus tata tertib DPRD Sumenep (foto: ist)

Sumenep, NOLESA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep gelar Rapat Paripurna guna membentuk Panitia Khusus (pansus) Pembahasan Tata Tertib (tatib) DPRD Sumenep.

Rapat Paripurna pembentukan pansus tatib DPRD Sumenep tersebut digelar di Ruang Paripurna pada Kamis 5 September 2024, kemarin.

Dari Rapat Paripurna tersebut, Darul Hasyim Fath (DHF) terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pansus Tatib DPRD Sumenep. Sebagai nahkoda, Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu akan bertanggung jawab untuk merampungkan pembahasan hingga tahap fasilitasi oleh Gubernur Jawa Timur.

“Tata tertib dewan merupakan rule of game dalam setiap periode masa bakti legislator, tata nilai yang menjadi manifestasi norma yang termaktub dalam UU Nomor 17 Tahun 2014, UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP 12 Tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tatib,” terang legislator asal Pulau Masalembu, Jumat 6 September 2024, kemarin.

Politisi senior partai besutan Megawati Soekarnoputri itu menyebut tatib DPRD akan mengikat kepada seluruh anggota dewan sehingga ketidakpatuhan terhadap tatib akan berkonsekuensi sebagai pelanggaran kode etik.

Baca Juga :  Kabar Baik Bagi Penderita TBC, Rumah Sakit Moh Anwar Siapkan Dua Jenis Layanan

“Pelanggaran terhadap tatib akan mengganggu pelaksanaan tugas dan fungsi dewan secara keseluruhan. Secara personal juga merupakan pelanggaran kode etik,” jelas DHF.

DHF juga mengungkapkan bahwa basis pemikiran utama dalam penyusunan tatib DPRD yakni berlandaskan pada anasir inti yang menegaskan anggota dewan adalah wakil rakyat yang harus merepresentasikan kepentingan rakyat.

“Landasan filosofisnya kan seperti itu. Percuma kita capek-capek bahas tatib jika pada akhirnya kita gagal meletakkan anasir inti itu sebagai basis pemikiran dalam setiap teks-teks norma dalam tatib itu,” tegas dia.

Baca Juga :  Aktivis Milenial Sayangkan Demo BBM Mahasiswa Kering Kajian Akademik

Sebab itu, pihak pansus akan terus bekerja secara maksimal untuk memformulasikan tata nilai dan tata norma yang tepat dan selaras dengan kaidah-kaidah pembentukan peraturan perundang-perundangan.

“Jadi begitu komitmen kami di pansus ini. Harus selaras dengan kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan (legal drafting) tanpa melupakan hal paling substansial bahwa tatib ini sebagai pedoman gerak langkah dewan dalam merepsesentasikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Penulis : Rusydiyono

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Novita Hardini Galakkan Sampah Organik Jadi Solusi Pupuk dan Dukung Net Zero Carbon
Jelang Ramadan 1447 H, PT Arinna Makmur Sentosa Tingkatkan Kesalehan Sosial
Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Said Abdullah Ajak Masyarakat Sumenep Perkuat Persatuan di Era Digital
PDIP Tulungagung Buka Pintu Lebar bagi Gen Z
Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Bencana Puting Beliung
Pemkab-Pengadilan Agama Bangkalan Teken MoU
Baznas Sumenep Bantu Perbaikan Rumah Korban Puting Beliung
Novita Hardini Bongkar Ancaman Struktural Industri Film

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 15:39 WIB

Novita Hardini Galakkan Sampah Organik Jadi Solusi Pupuk dan Dukung Net Zero Carbon

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:59 WIB

Jelang Ramadan 1447 H, PT Arinna Makmur Sentosa Tingkatkan Kesalehan Sosial

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:30 WIB

Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Said Abdullah Ajak Masyarakat Sumenep Perkuat Persatuan di Era Digital

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:41 WIB

Bupati Fauzi Salurkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Bencana Puting Beliung

Kamis, 5 Februari 2026 - 08:35 WIB

Pemkab-Pengadilan Agama Bangkalan Teken MoU

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Mimbar

Gema Ramadan, Turunnya Sebuah Peradaban Suci

Selasa, 17 Feb 2026 - 15:21 WIB