SUMENEP, NOLESA.COM – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menilai kalangan santri memiliki kontribusi besar dalam dunia politik dan penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat ditemui usai mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis, 22 Oktober 2026.
Bupati Fauzi menegaskan, pendidikan yang ditempuh di pondok pesantren bukanlah hambatan bagi seseorang untuk berkiprah di dunia politik. Menurutnya, banyak tokoh politik yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan kini menduduki posisi strategis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengajak kalangan media untuk melihat keterwakilan santri di lembaga legislatif, khususnya DPRD, sebagai salah satu bukti keterlibatan mereka dalam politik.
“Santri tidak perlu diragukan. Kalau kita melihat anggota DPRD, banyak di antara mereka yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren,” ungkap Bupati Fauzi.
Di Kabupaten Sumenep, ia mencontohkan Ketua DPRD H. Zainal Arifin yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, Bupati Fauzi juga menyebut Dul Siam dan M. Syukri sebagai politikus yang berasal dari kalangan santri.
Ia menambahkan, sebagian besar unsur pimpinan DPRD Sumenep juga memiliki latar belakang pesantren. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa santri turut mengambil bagian dalam proses politik dan pengambilan keputusan di daerah.
“Jadi, tidak perlu mempertanyakan kiprah santri dalam perpolitikan,” tegasnya.
Peran santri, lanjut Bupati Fauzi, tidak hanya terlihat di lembaga legislatif, tetapi juga dalam pemerintahan daerah. Ia mencontohkan Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren sekaligus menjalankan tugas di lingkungan eksekutif.
Bupati Fauzi menilai keterlibatan tokoh berlatar belakang pesantren dalam pemerintahan menjadi gambaran bahwa pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan pengabdian di ranah publik.
“Apalagi wakil saya, KH. Imam Hasyim, sudah positif,” ujarnya. (yon/ra)






