Pasar Rakyat Terdesak, DPRD Sumenep Siapkan Regulasi Lebih Ketat

Redaksi Nolesa

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angota DPRD Sumenep, Irwan Hayat (Foto: Istimewa)

Angota DPRD Sumenep, Irwan Hayat (Foto: Istimewa)

SUMENEP, NOLESA.COM – Perkembangan pasar modern di Kabupaten Sumenep mulai menjadi perhatian DPRD setempat. Lembaga legislatif menilai pertumbuhan usaha ritel modern perlu diimbangi dengan perlindungan terhadap pasar tradisional agar tidak menimbulkan ketimpangan di sektor perdagangan masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan terhadap persoalan tersebut, DPRD Kabupaten Sumenep membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas revisi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Perlindungan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern.

Ketua Pansus DPRD Sumenep, Irwan Hayat, mengatakan keberadaan pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan cukup besar di tengah semakin berkembangnya pasar modern. Menurutnya, perbedaan fasilitas, tata kelola, hingga tingkat kenyamanan membuat pasar modern memiliki daya tarik lebih bagi masyarakat.

Kondisi tersebut, kata dia, tidak boleh dibiarkan tanpa adanya langkah pengaturan yang jelas dari pemerintah daerah. Sebab, pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.

“Pemerintah harus hadir untuk menjaga keseimbangan antara pasar modern dan pasar tradisional. Investasi tetap harus berjalan, tetapi pasar rakyat juga wajib mendapat perlindungan dan penguatan,” ujar Irwan, Kamis, 7 Mei 2026.

Baca Juga :  Pertama Digelar BPRS Bhakti Sumekar, Musabaqoh Hifdzil Qur'an Tropi Bupati Sumenep Banjir Peserta

Politikus PKB itu menjelaskan, revisi perda nantinya akan memuat aturan yang lebih rinci terkait mekanisme perizinan pendirian pasar modern. DPRD ingin memastikan setiap investasi yang masuk tetap memperhatikan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha pedagang tradisional.

Selain itu, pengawasan terhadap lokasi pendirian pasar modern juga akan diperketat. DPRD menilai penataan jarak menjadi hal penting agar pasar modern tidak berdiri di kawasan yang berdekatan langsung dengan pasar tradisional.

“Pasar modern tidak boleh dibangun di area pasar tradisional karena bisa berdampak terhadap pendapatan pedagang kecil,” katanya.

Menurut Irwan, upaya perlindungan terhadap pasar tradisional tidak cukup hanya melalui regulasi. Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kualitas pasar rakyat, baik dari sisi infrastruktur, kebersihan, maupun fasilitas penunjang agar mampu bersaing dengan pasar modern.

Baca Juga :  Bagian Perekonomian dan SDA Sumenep Gelar Bimtek Pengurusan Izin Usaha Pertambangan

Ia menambahkan, pembenahan pasar tradisional penting dilakukan untuk mengubah pandangan masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.

DPRD Sumenep memastikan pembahasan revisi perda tersebut akan terus dikawal hingga implementasinya di lapangan. Dengan regulasi yang lebih terukur, keberadaan pasar modern dan pasar tradisional diharapkan dapat tumbuh berdampingan tanpa saling merugikan serta tetap menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Inilah Beragam Program Gubernur Jatim Selama Kunker di Sumenep
Berharap Hujan Segera Turun, Warga Masalembu Gelar Sholat Istisqa
Semarak Hari Santri 2026, DRT Gemar Bersholawat Gelar Festival Banjari Berhadiah Jutaan Rupiah
Pemkab Bangkalan Evaluasi Fasilitas Puskesmas Kamal dan Percepat Program PKG
Sambut Hari Santri dan Hari Jadi Sumenep, ASN dan PPPK Gelar Pembacaan Al-Waqi’ah
Persoalan Aturan Jarak Toko Kelontong, KMY Minta Kepastian Hukum dan Perlindungan UMKM
Wabup Sumenep Minta Kepala Sekolah Seimbangkan Kemajuan Teknologi dan Pendidikan Karakter

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Inilah Beragam Program Gubernur Jatim Selama Kunker di Sumenep

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Warga Masalembu Gelar Sholat Istisqa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Semarak Hari Santri 2026, DRT Gemar Bersholawat Gelar Festival Banjari Berhadiah Jutaan Rupiah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pemkab Bangkalan Evaluasi Fasilitas Puskesmas Kamal dan Percepat Program PKG

Berita Terbaru